
Prolog : Artikel ini saya tulis setelah memori saya kembali
memutarkan kisah di hari Ahad itu… saat itu saya diamanahi untuk menjadi salah
satu trainer dalam suatu acara yang dikhususkan untuk adik-adik angkatan baru
(muslimah only lho!). Saat sessi outbond, peserta dibagi ke dalam beberapa
kelompok dan masing-masing kelompok harus membuat yel-yel. Nah, ada satu
yel-yel yang paling menarik buat saya… dan akhirnya menjadi judul di atas… ^^
Begini yel-yelnya…
Akhwat… akhwat yang tangguh
Itu yang kuharap ada padaku
Agar… agar diriku bisa
melumpuhkan kemaksiatanku…
Ajari aku tuk jadi akhwat
yang tangguh
Mungkin terlalu lama aku tlah
bersembunyi
Menatap ikhwanpun aku tak
mampu
Di persembunyian aku
berdzikir
Di persembunyian aku
berdzikir
Akhwat yang tangguh!!!
***
Ehmmm, jadi akhwat yang
tangguh??? MAU??? (kalau yang baca artikel ini IKHWAN, silahkan dianalogikan
sendiri ya…).
Eits, sebelumnya, ada yang
belum kenal dengan kata “akhwat” ya? Secara mudahnya sih, akhwat adalah WANITA
MUSLIMAH.
Wanita dalam Islam (muslimah,
-red) merupakan bagian dari masyarakat yang tidak dapat dipisahkan dan
mempunyai posisi yang sangat penting. Ia mempunyai kewajiban terhadap Allah,
dirinya sendiri, keluarga, lingkungan, dan tentunya terhadap Islam.
Sesungguhnya, banyak peluang
bagi muslimah untuk berprestasi, banyak ruang bagi muslimah untuk bisa
bergerak, di saat mereka masih dalam pencarian jati dirinya. Teladan
muslimah-muslimah terhormat dan berprestasi yang telah memberikan kontribusi
riil terhadap zaman ini merupakan contoh yang aplikatif. Khadijah binti
Khuwailid, muslimah teladan, istri pertama Rasulullah SAW telah membuktikan
prestasinya, tidak saja di mata manusia biasa tapi juga di hadapan Allah SWT.
Beliau tidak hanya sukses sebagai istri tetapi juga sebagai pengusaha yang
terpandang dan kaya raya di zamannya. Beliau adalah wanita pertama yang beriman
kepada Rasul saat yang lain memusuhi. Bahkan kesuksesan bisnisnya dipergunakan
untuk perjuangan dakwah Rasulullah SAW. Begitu juga sosok ‘Aisyah binti Abu
Bakar. Beliau adalah muslimah cerdas yang menguasai berbagai bidang ilmu.
(Bunda ‘Aisyah ra lah yang menjadi inspirasi bagi saya sehingga punya nama pena
Aisya Avicenna ^^). Emm… beliau berdua adalah sosok akhwat yang tangguh!!!
Nah, berikut ini saya akan
mencoba memberikan RUMUS U+U+U = 3U (Rumus dahsyatnya Aisya Avicenna) untuk
menjadi akhwat tangguh… Bisa dicoba dan tentunya silahkan membuat formulasi
RUMUS lain yang lebih dahsyat lagi… okey! GO AKHWAT TANGGUH!!!
1. UPDATE NIAT
Masih ingat kan hadist 1 Arbain… (kalau lupa, silahkan dibuka lagi yak… ). Segala
sesuatu tergantung dari niatnya. So, niatkan semua karena Allah SWT. Hati-hati
jangan sampai terjebak dalam rayuan setan yang pantang menyerah menggoyahkan
iman kita. So, senantiasa update terus niat kita… Jaga hati jangan sampai NIAT
kita goyah (tidak lagi untuk mencari ridho Allah…!!!). Niat adalah doa… Niat
adalah impian…
2. UPGRADE SEMANGAT
Niat sudah ada… tapi kalau semangat untuk merealisasikan sesuatu
yang kita niatkan tidak ada…emm, ya sama juga bo’ong! Ibarat saat lapar, trus
pengin makan… tapi malas untuk membeli makan di warung… ya akan tetap kelaparan
dung!
Seorang akhwat haruslah semangat untuk belajar dari segala hal yang
ada di sekitarnya, baik itu suatu hal yang kecil sekalipun karena siapa tahu
sesuatu yang kecil bisa menjadi sesuatu yang besar. So, ambil sisi positif dari
setiap ilmu yang diperoleh. Jangan patah semangat untuk menggapai ilmu! Karena
ilmu yang bermanfaat adalah salah satu dari “harta simpanan” yang akan kita
bawa setelah kita meninggalkan dunia ini. Tak hanya semangat untuk mencari
ilmu, tapi semangat pula untuk mengamalkan dan mentransfernya pada orang lain.
Semangatlah dalam beribadah, semangatlah untuk terus berusaha mewujudkan
impian, semangatlah untuk membahagiakan orang-orang tercinta, dan yang pasti
upgrade-lah semangatmu untuk terus berusaha LEBIH DEKAT… LEBIH DEKAT…dan LEBIH
DEKAAAAAT lagi dengan Allah SWT.
3. UPLOAD AMALAN FULL MANFAAT
Ilmu tanpa amal = bohong!
Amal tanpa ilmu = sombong!
Nah, ilmu yang kita miliki dan amalan yang kita jalankan harus
sinergis. Tau kan, bahwa sebaik-baik manusia adalah manusia yang paling
bermanfaat (ayat berapa ya??? Emm, silahkan buka kembali Al Qur’annya). Jangan
hanya berdiam diri, perbanyaklah aktivitas yang bisa mendatangkan manfaat untuk
masyarakat. Jangan jadi benalu bagi sekitar kita. Tapi jadilah oase yang
menyejukkan. Sosok teladan yang mampu memberi contoh dan kontribusi positif.
SIAP JADI AKHWAT TANGGUH??? CHAYO!!!
“Dunia
adalah perhiasan… dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita yang sholihah”
“Wanita sholihah adalah bidadari surga yang turun ke dunia”
Malang
Vans
Epilog : Artikel sangat
singkat di atas memang masih “kulit”nya, edisi “full version”nya sedang
disusun… Doakan moga saja bisa jadi buku… Aamiin!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar